Sejarah Berdirinya SMK Bhakti Mulia Wonogiri
|
SMA PGRI 1 Wonogiri merupakan sekolah yang Berjaya
tahun 1980-an. Bahkan masyarakat Wonogiri menyebut bahwa SMA PGRI 1 Wonogiri
merupakan SMA duanya SMA Negeri 1 Wonogiri, karena pada waktu itu belum lahir
SMA N 2 Wonogiri. Memang benar, ada beberapa alasan bahwa SMA PGRI 1 Wonogiri
disebut SMA duanya SMAN 1 Wonogiri karena semua gurunya berasal dari SMA N I
Wonogiri sehingga materi yang diajarkan di SM PGRI 1 Wonogiri sama dengan
yang diajarkan di SMAN 1 Wonogiri bahkan semangat Guru SMAN 1 lebih
bersemangat karena merasa mendapat tambahan penghasilan.
Banyak alumni SMA PGRI 1 Wonogiri yang sukses baik di bidang usaha, pemerintahan, dan politik. Hal itu dibuktikan seringnya dilakukan pertemuan alumni yang dipelopori tokoh-tokoh politik dan pemerintahan yang sukes di Wonogiri. Jumlah siswa mengalami puncak keemasan tahun 1990 mencapai 1000 atau 24 kelas. Tetapi dalam perjalanannya, SMA PGRI 1 Wonogiri mulai menurun tatkala berdiri SMAN 2 Wonogiri dan SMK Negeri 2 Wonogiri bahkan mulai merebhnya berdirinya SMK di daerah karena kebijakan pemerintah untuk pembinaan sekolah menengah mengarah 25% dan 75%. SMA 25% dan MK 75% sehingga perkembangan SMA mulai menurun. Klimaknya, tahun 2008, SMA PGRI tinggal 6 siswa atau satu tingkat. Karena sekolah PGRI di bawah binaan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Kabupaten Wonogiri, maka stake-holder sekolah bersama yayasan untuk beralih fungsi dari SMA ke SMK. Berdasarkan musyawarah dewan guru, komite, dan yayasan maka sekolah mengajukan alih fungsi ke Bupati Wonogiri. Kemudian siswa kelas 3 didampingi dipindahkan ke SMA terdekat dan dibiayai oleh sekolah bersama yayaan sampai lulus . Keruntuhan SMA PGRI tidak semata-mata kerena berdirinya sekolah-sekolah negeri tapi sangat ditentukan oleh menurunnya atau lemahnya manajemen sekolah. Banyaknya guru samben atau sampingan dari SMAN 1 Wonogiri sehingga banyak jam-jam kosong dan mengabaikan pelayanan pada siswa, sehingga menyebabkan kepercayaan dan minat masyarakat semakin menurun. Melihat perjalanan sekolah yang naik turun bahkan nyaris mati, maka saya dan stake-holders sekolah merasa berkepentingan untuk bangkit dari keterpurakan . Untuk memperjelas kiat-kiat dan strategi yang dilakukan sekolah untuk menjadi sekolah yang hidup dan bangkit serta berprestasi akan saya paparkan pada bab III tentang kiat-kiat menjadi sekolah yang diminati masyarakat.
METODE DAN STRATEGI PENYELAMATAN MENJADI SEKOLAH
YANG DIMINATI
A. Koordinasi dan Konsultasi
Dalam pembahasan di depan disampaikan tentang
berbagai permasalahan yang muncul yang mengakibatkan semakin menurunnya
peserta didik bahkan mendekati ajalnya sekolah yang saya tempati yakni SMA
PGRI 1 Wonogiri yang pernah Berjaya.SMA PGRI 1 Wonogiri memiliki 8 guru DPK,
1 guru yayasan, dan 10 guru tidak tetap yayasan. Saya bersama rekan
sepakat memikirkan keberlangsungan sekolah atau SMA PGRI 1 Wonogiri ini,
dengan alas an sebagai berikut:
Dengan beberapa pemikiran tersebut, kami seluruh
guru, kepala sekolah, dan tenaga administrasi sepakat “sekolah harus bertahan
hidup” Salah satu trateginya adalah”alih fungsi”. Alih fungsi yang disepakati
adalah “SMK”. SMK yang dipilih sesuai dengan prospek adalah” Program
kesehatan”. Saya selalu berkoordinasi dengan stake-holders sekolah baik guru,
karyawan, kepala sekolah, dan tokoh-tokoh pendidikan. Setelah kami
berkoordinasi dan berkonsultasi dengan yayasan, ternyata disambut
dengan baik dan membantu dalam mempersiapkan proposal dan perijinan.
Di samping itu, kami dan temam-teman juga
berkonsultasi dengan Dinas pendidikan Wonogiri melalui Bidang SMK, ternyata
didukung sepenuhnya dan diberikan kemudahan. Tidak hanya itu, karena program
kesehatan adalah melibatkan ahli di bidangnya, maka kami berkonsultasi dengan
Dinas Kesehatan. Ternyata, Dinas Kesehatan masih menyangsikan keberlangsungan
karena Dinkes masih berpedomen bahwa sekolah kesehatan bernaung dibawah
Departemen Kesehatan sehingga koordinasi tidak mulus, tapi upaya
terusdilakukan dengan mencari terobosan dengan memasukkan orang-orang
kesehatan baik dalam kepanitiaan pendiriaan maupun dalam pembelajaran mata
pelajaran produktif. Akhirnya, baik Dinkes Kabupaten maupun provinsi
memberikan rekomendasi berdirinya SMK Bhakti Mulia PGRI Program Farmasi
Wonogiri.
B. Perizinan
Setelah dilakukan koordinasi secara kontinue serta
konsultasi secara kooperatif akhirnya, kami menyusun proposal Alih Fungsi
dari SMA PGRI 1 Wonogiri menjadi SMK Bhakti Mulia PGRI Kabupaten Wonogiri,
dengan spectrum program Farmasi. Proposal diusulkan oleh Yayasan Pembina dan
Lembaga Pendidikan (YPLP) Dikdasmen PGRI Kabupaten Wonogiri kepada Bupati
Wonogiri melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri. Dengan berbagai revisi
akhirnya, tertanggal 10 Maret 2009, perizinan dari BUpati Wonogiri turun yang
ditandatangani oleh Begug Purnama Sidi Bupati Wonogiri semasa itu.
Dengan izin itu, maka semua guru menggalang
dana untuk keperluan PPDB 2009/2010, tetapi tidak maksimal kerena kesadaran
dan kemmpuan guru masih sangat terbatas. Melihat semangat dan gerakan guru
dan karyawan yang tidak pernah lelah dan patah semangat, maka YPLP
memeberikan bantuan dana untuk suksesnya PPDB.
C. Gerakan door to door dan
school to shool menjaring siswa
Dengan modal izin sebagai landasan hokum pendirian
SMK, maka yang dilakukan oleh guru dan karyawan adalah semangat dan motivasi.
Dengan modal tersebut, kami melakukan penjaringan murid dari rumah ke rumah,
dari teman ke teman, dari guru ke guru untuk sosialisasi penerimaan siswa
baru Tahun Pelajaran 2009/2010. Di samping itu, dengan modal dana dan
kendaraan masing-masing, kami sosialisasi ke sekolah-sekolah terdekat.
Selama waktu 3 bulan, ternyata mimpi dan usaha dapat
menjadi realita. Pada pendataran tahun pertama ada 100 siswa yang mendaftar,
namun sesuai dengan kemampuan sekolah baik guru, fasilitas, dan factor
penunjang lain, kami sepakat menerima 2 kelas dengan jumlah 80 siswa
masing-masing 40 siswa. Pada Tahun kedua, atas saran YPLP kami sepakat
menerima siswa 3 kelas dengan jumlah 108 siswa atau 3 kelas.
Pendaftar pada tahun kedua mencapai 200 siswa,
memningkat dua kali lipat. Ini, menunjukkan bahwa sekolah sudah dilirik dan
diminati masyarakat. Pada tahun ketiga, penerimaan siswa sudah mulai terbuka
mengacu RSBI, menerima lebih awal. Jumlah pendaftar sudah mencapai 200 lebih,
tapi ada warning dari Dinkes sbahwa sekolah yang belum terakreditasi maksimal
boleh menerima 60 siswa. Kami bersama YPLP melakuklan pendekatan untuk
diberikan tambahan kouta 2 kelas 80 siswa, akhirnya diperbolehkan.
Dengan data tersebut, mulai pada tahun 1,2,
dan 3 semakin menolak siswa. Dengan indicator tersebut, bahwa SMK Bhakti
Mulia PGRI Program Farmasi mulai diminati masyarakat. Pada tahun keempat,
sekolah sudah tidak lagi mencari dan memburu murid tetapi belum dibuka PPDB
2012/2013 kouta sudah terpenuhi karena pendaftar sudah mencapai 200-an.
Pada tahun keempat terdapat perubahan dan
kemudahan bahwa manajemen sekolah kesehatan diserahkan pada dinas pendidikan
sepenuhnya kecuali pengajat atau pendidik harus berbasik kesehatan sesuai
dengan kompetensi dan kualifikasinya, dengan otoritas ini, YPLP memberikan
garis penerimaan siswa maksimal 3 kelas dengan jumlah 108 siswa, walaupun
Bupati menyarankan minimal 5 kelas bahkan untuk diterima semua. Tetapi, semua
stake-holders sepakat rencana sejak awal berdirinya SMK ini, sekolah
akan memaksimalkan 3 kelas parallel atau 9 kelas dengan jumlah siswa 324
siswa dengan misi menjadi lulusan yang siap kerja dan atau melanjutkan ke
perguruan tinggi.
Lulusan SMK Farmasi disiapkan menjadi tenaga atau
pekerja kesehatan dasar sebagai asisten atau pembantu petugas ahli kesehatan,
Karen petugas ahli yang diakui oleh kesehatan minimal D3 kesehatan, sehingga
lulusan SMK sebagai asistensi walaupun pengetahuan dan sklilnya tidak
diragukan karena dalam bidang kesehatan atau kefarmasian dibimbing oleh
tenaga-tenaga medic yang kompeten dan professional.
D. Peran YPPL Dikdasmen PGRI
sangat besar
Selain memberikan pembinanaan dan layanan kepada
sekolah sekolah PGRI baik SMP maupun SMK Wonogiri, peran Yayasan juga
memfasilitasi lajunya SMK Bhakti Mulia PGRI Wonogiri yang lebih keren disebut
SMK Farmasi sebagai terobosan untuk mengangkat pencitraan sekolah-sekolah
PGRI yang semakin lama mati pelan pelan lambat laun lelap ditelan bumi.
Di samping melakukan koorninasi, juga dilakukan
pembinaan bahkan pembimbingan bahkan memfasilitasi. Pada Tahun kedua, YPLP
mengucurkan dana pinjaman nirlaba untuk membangun Lab Farmasi sebesar 300
juta. Dana tersebut dikembalikan selam 3 tahun tanpa bunga. Dengan bantuan
itu, maka terbangun lab Farmasi yang representatif dengan ukuran 18x9m dengan
perabot dan peralatan praktek yang mendekati lengkap.
Dengan berdirinya lab tersebut menambah keyakinan
bahwa SMK Bahkti MULia satau-satunya SMK Kesehatan yang diminati masyarakat
Wonogiri dan sekitarnya. Louncing lab dilakukan oleh Bupati Wonogiri yang
dihadiri oleh pejabat eselon II,III, dan pejabat fungsional sekitar 100
orang. Mulai saat itulah, SMK Bhakti MUlia PGRI Wonogiri Program Farmasi yang
lebih senang disapa SMK Farmasi terus naik daun dan diminati masyarakat.
Langkah-langkah koordinasi, konsultasi, kolaborasi, dan sinergi menjadi awal
suksesnya SMK Bhakti Mulia PGRI Wonogiri.
Nah itu gays sedikit (padal banyak yak :)) tentang sekolahku. Nanti kalo kalian pengunjung udah punya anak sekolahin langsung aja kesini.....saya menunggu :D
|
BalasHapusSaya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.
Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.
Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.
Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.
Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut
Sungguh luar biasa perjuangannya..semoga anak saya bisa masuk SMK bakti mulia ini
BalasHapus